📌 Minggu, 23 Januari 2022 🌐

Keajaiban Tiga Minggu Pertama Januari

Keajaiban Tiga Minggu Pertama Januari

— Oleh-oleh dari Acara Natal Bersama 2021 IA-ITB

Merupakan satu kebanggaan sekaligus kehormatan bagi saya bisa menjadi bagian dari ibadah dan perayaan Natal Bersama 2021 Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) walau sebenarnya saya lebih banyak berperan sebagai penduduk alias duduk-duduk saja 😊

Kepanitiaan yang baru terbit SK-nya pada tanggal 30 Desember 2021 ternyata berisi orang-orang tangguh, trengginas, penuh energi, dan determinasi luar biasa. Begitu WhatsApp Group panitia dibentuk, tak perlu pakai pemanasan, semua langsung gaspol. Mesin dipacu dengan entropi tinggi. Tektokan berlangsung gencar di forum maupun japri.

Kalau dipikir-pikir setelah acara ini berakhir tadi, rasanya banyak hal berlangsung di luar kenormalan.

Mulai dari pertanyaan siapa yang bisa mewakili dan jadi penghubung ke berbagai komunitas Kristen alumni ITB, muncul usulan nama-nama yang segera ditindaklanjuti. Dan ternyata mereka adalah pilihan tepat. Tak ada yang sia-sia. Seperti pasukan komando yang penuh inisiatif, gerak cepat, berdedikasi, dan tak banyak berdebat. Juga gesit menerapkan getok tular mengajak kawan lain yang tak kalah mutunya. Dengan segera formasi kepanitiaan pun komplet dan penuh daya. Melibatkan berbagai jurusan dan angkatan, dari senior hingga alumni muda milenial/gen-Z.

Begitu deras usulan muncul, sekejap pula solusinya hadir. Beberapa malah tak kentara manuvernya, tahu-tahu melapor bahwa hal tersebut sudah tuntas dieksekusi. Seingat saya, tak ada keluhan yang mencuat di WAG panitia. Jebret, jebret, jadi. Bungkus! (Entah kalau di japrian ternyata rusuh 😁)

Semua urusan dikebut ala blitzkrieg panzer Jerman. Hanya sekitar 2 minggu semua harus klaar, karena tanggal pelaksanaan sudah dipatok 22 Januari 2022.

Tak perlu bertele-tele memastikan daftar pengisi acara. Entah jurus apa yang dimainkan, tahu-tahu Bang Erwin Badudu berikut personal dan peralatan langsung berkemas menjadi band pengiring acara ibadah dan perayaan. Kak Pita Loppies pun segera menyesuaikan agenda agar bisa berpartisipasi. (Tolong dicatat ya, Mas Titus Wahjoe Dewanto: Moluccas, bukan Mollusca. Beda barang itu! 😂)

Komunitas alumni ITB dari berbagai penjuru dunia bersicepat merekam video lagu untuk ditayangkan di acara. Beberapa petinggi negara dan almamater pun tak luput menyampaikan ucapan dan harapannya.

Pengurus Daerah IA-ITB Papua dinobatkan sebagai pembuka perayaan dengan Tarian Perdamaian yang dinamis dan punya makna amat suai dengan narasi kelahiran Kristus. Anak-anak alumni tak kalah semangat mengisi acara sebagai Gajah Junior. Begitu juga dukungan lainnya, termasuk sponsor.

Lucunya, entah bagaimana jalannya, lokasi yang dipilih untuk penyelenggaraan acara pun ternyata cukup mumpuni memenuhi kebutuhan tanpa harus bekerja keras dari nol. Apalagi dekor dan ornamen Natal gereja belum dibongkar sehingga bisa langsung dimanfaatkan. Lumayan irit biaya 😁

Di sini perlu digarisbawahi peran Mas Bubi Sutomo yang berkenan melakukan appraisal peralatan tata suara dan multimedia sehingga IA-ITB mendapat kehormatan menggunakan gedung Gereja HKBP Tebet.

Tapi ada juga dampak sampingnya nih ... Tak dinyana, gara-gara posting sambil-lalunya di Facebook tentang persiapan acara perayaan Natal HKBP Tebet, maka Bang Ecko Manalu pun langsung diciduk masuk kepanitiaan serta memberikan sumbangsih tak ternilai. (Bahkan demi acara ini, sore tadi memaksakan diri pulang dari tugasnya di Sumatera Utara walau belum waktunya. Mauliate godang, Bang 🙏)

Gilanya, selama berproses, ternyata tak sedikit anggota panitia yang sebelumnya tak saling kenal. Bahkan Bang Himmel Sihombing sebagai Ketua Panitia pun baru berjumpa untuk pertamakali dengan Bang Togap Siagian sang Koordinator Acara di lokasi saat pelaksanaan acara 😁

Seru, kan?

Akhirnya, sekitar 3 minggu sejak terbitnya SK, acara pun dihelat Sabtu sore kemarin.

Boleh dibilang semua rencana berlangsung baik tanpa kendala berarti. 4 jam nonstop.

Di balik segala kerepotan dan tunggang-langgang panitia, Romo Johannes Hariyanto, SJ seolah bisa menerawang dinamika di belakang layar sehingga kotbahnya pun jitu mengulas orang-orang pilihan yang mau mendengarkan suara Tuhan.

Mengikuti tayangan acara via Youtube, seorang sahabat baik, Mas Suluh T. Rahardjo, meringkas kotbah tersebut dengan mengimbuhkan lagu legendaris "Stairway to Heaven" sebagai berikut:

"Berani mendengarkan suara Tuhan!"

And if you listen very hard
The tune will come to you at last
When all is one and one is all
To be a rock and not to roll, oh yeah ...

Tiga tantangan orang-orang "terpilih" dan memiliki kesempatan:

1. Terus memelihara persaudaraan kebangsaan
2. Menjaga bersikap adil
3. Selalu berlaku profesional.

(Sabtu, 22 Januari 2022)

Lebih lanjut, Pendeta Yoseph Situmeang yang menjadi Pembawa Pesan Natal menandaskan bahwa standar yang dibuat oleh panitia kali ini sudah tinggi. Panitia tahun depan perlu kerja lebih keras nih ... (Wow! Padahal ini kerja 3 minggu. Bagaimana kalau 3 bulan? 😁)

Laksana mendengar canang yang dipukul bertalu-talu di dekat gendang telinga, sesore hingga malam tadi saya lebih banyak tepekur di bangku umat bagai ayam terkena tetelo. Sungguhlah benar yang tertulis dalam Alkitab, "Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah". Dan ketika kita sungguh melakukannya demi kemuliaan Allah, mukjizat itu sungguh nyata. Terbukti!

Sukacita usai acara

Terimakasih ya, Tuhan Allahku.

Terimakasih,

  • Triumvirat Pengurus Pusat IA-ITB: Mas Gembong Primadjaja (Ketua Umum), Bang Arya Sinulingga (Sekretaris Jenderal), serta Bang Batara Purba (Bendahara Umum) yang konsisten mendorong serta mendukung penuh berlangsungnya acara ini. Demikian pula para pengurus IA-ITB yang sudah membantu kelancaran secara langsung maupun tidak langsung.
  • Panitia Natal Bersama 2021 IA-ITB yang membikin decak kagum serta bangga. Membuat saya teringat film tentang seorang kadet perempuan pertama yang mendapat wejangan (kutipan bebas dari saya), "Jangan sampai gagal. Karena setelah kamu, akan banyak orang lain menyusuri jalan yang kamu rintis."
  • Pengurus Gereja HKBP Tebet serta tim peliputan dan teknis lainnya yang membuat beban panitia menjadi sangat ringan.
  • Para pengisi acara maupun para alumni yang berpartisipasi di lokasi maupun daring.
  • Para sponsor yang tak berkeberatan disodori proposal dalam waktu singkat.
  • Serta berbagai pihak yang tak dapat disebutkan satu per satu.

Kiranya kita semua diberkati dan dikaruniai kesanggupan untuk menjadi garam dan terang di mana pun kita berada.

Amin 🙏

O ya, sebagai catatan: Mas Gembong, Mas Bubi, dan Mas Suluh adalah muslim 🙏

#PPIAITB #IAITB #Natal

📌 Minggu, 23 Januari 2022 11:44 🌐

Tidak ada komentar:

Posting Komentar