πŸ“Œ Senin, 11 Mei 2026 🌐

Kado ti Bandung #1

<i>Kado ti Bandung</i> #1

— Detik-detik Menjelang Pencoblosan

Usai sudah perhelatan akbar Perkumpulan Lions Indonesia Distrik 307 (Indonesia) bertajuk Konvensi Tahunan Ke-50 yang diselenggarakan di Kota Bandung dan sekaligus diselaraskan dengan penyelenggaraan Konvensi Tahunan Ke-15 Distrik 307-A1.

Semua peserta sudah kembali ke tempat masing-masing dengan membawa pesan, kesan, kenangan, dan nilai yang semakin melebarkan perspektifnya mengenai Perkumpulan Lions secara luas hingga peran personalnya dalam kelompok terkecil, yakni club.

Dari rentetan kegiatan yang cukup padat sejak pagi sampai malam selama tanggal 7 hingga 10 Mei 2026, ada 2 mata acara yang --menurut pendapat dan minat saya-- sangat krusial bagi organisasi, yakni :

  1. Mosi untuk perubahan beberapa bagian dari AD/ART, dan
  2. Pemilihan pucuk pimpinan Distrik 307; yakni District Governor (DG), First Vice District Governor (FVDG), dan Second Vice District Governor (SVDG).

Yang pertama merupakan panduan dan koridor penyelenggaraan organisasi, sedangkan yang kedua adalah tim pimpinan tertinggi yang akan memandu arah organisasi agar bertumbuh-kembang dalam koridor tadi.

Untuk urusan AD/ART, nanti sajalah bahasannya. Tak banyak yang tertarik urusan detail dan njlimet begini 😁 Saat ini saya ingin cerita soal pemilihan SVDG yang kebetulan diikuti oleh 2 orang kandidat.

Let's start ...

Pengetahuan saya amatlah minim terkait siapa dan apa rencana para kandidat bagi organisasi. Saya hanya berkesempatan mengikuti kampanye secara tak langsung melalui WhatsApp Group. Adapun informasi tambahan, apalagi yang behind the scene, saya peroleh dari Presiden saya di Starlight (maklumlah, namanya juga orang baru, jadi masih culun 😁).

Kartu Delegasi berwarna merah sudah saya pegang, sehingga saya punya kewajiban moral untuk memilih alias TIDAK GOLPUT!.

Kok gitu? Gimana penjelasannya?

Menurut kacamata saya, Lions memiliki mekanisme penjaringan dan penyaringan yang harusnya sih tidak perlu dipertanyakan lagi mutunya. Reputasi dan kompetensi para kandidat telah teruji serta terpuji di bidang masing-masing dalam kurun waktu memadai sehingga dianggap layak untuk jabatan tersebut. Intinya, mereka semua adalah yang terbaik dalam berbagai aspek organisasi menurut versi Lions.

Maka tidaklah mudah bagi saya membandingkan kiprah keduanya secara matematis (not apple to apple). Di sisi lain, kekuatan masing-masing kandidat, sekali lagi menurut pendapat saya, amat dibutuhkan oleh organisasi dalam memacu kemajuan dan perkembangan.

Jadi, terus terang, saya masih belum menentukan pilihan final hingga saat-saat terakhir. (Sampai diomelin Presiden saya. Hapunten, Pres πŸ™)

Masalahnya, saya harus memilih siapa?

Paparan oleh Sekondan mengenai kandidat yang didukungnya serta pidato para Kandidat menjelang saat pencoblosan adalah kesempatan terakhir bagi mereka maupun pemegang suara untuk memantapkan pilihan.

Sudah dapat diduga bahwa 3 menit paparan Sekondan maupun pidato para kandidat selama 5 menit cenderung normatif mengenai pribadi, potensi, kinerja, prestasi, dedikasi, dsb. Kendati demikian, saya yakin pasti ada yang unik di sela template pidato. Itu yang saya cari!

Maka saya menyimak dan mencatat apa yang mereka sampaikan dengan penuh perhatian (hingga dicolek kawan semeja yang melihat saya orat-oret di buku catatan 😁). Apa boleh buat, saya mengemban 1 suara mewakili Starlight yang harus saya pertanggungjawabkan secara moral dan rasional.

Saya berdehem kecil ketika seorang kandidat menegaskan prinsip bahwa yang lebih penting baginya "bukanlah siapa saya, melainkan untuk apa saya".

Walau belum cukup jelas bagaimana detail implementasinya, kelihatannya Sang Kandidat punya fokus pada peran dan proses fungsional ke masa depan tinimbang terjebak eforia pencapaian yang sudah menjadi masa lalu.

Kemudian Sang Kandidat memproklamasikan komitmennya untuk bekerjasama dan mendukung DG terpilih (halmana merupakan komitmen semua kandidat, termasuk FVDG). Namun tidak berhenti sampai di situ. Sang Kandidat mengimbuhi pernyataan tersebut dengan frasa tegas "akan loyal dalam berbagai situasi".

Di sini saya berdehem untuk yang keduakali.

Memilih pimpinan tertinggi yang tak sepaket dengan wakilnya (dipilih sendiri-sendiri) mengandung konsekuensi yang cukup riskan. Masing-masing berangkat dengan visi dan rencana aksi sendiri, masing-masing punya basis massa pendukung. Perlu sinkronisasi dan harmonisasi. Jika tak sejalan, runyamlah urusan organisasi di masa depan. (IMHO, harusnya sih urusan 𝘬𝘒𝘺𝘒𝘬 gini gak terjadi di Lions lantaran bukan ormas politik ataupun bisnis.)

Saya tidak akan berpanjang-lebar lagi membahas kemungkinan ini-itu. Itu sudah cukup bagi saya untuk mencoblos siapa pada kartu suara berwarna biru.

Mengapa demikian?

Simpel aja sih. Karena saya ingin kepemimpinan DG Solida Adby Ramly di periode 2026 - 2027 sukses gemilang dan membanggakan. Menjadi pelari terakhir dalam estafet Mission 1.5 bukanlah peran ringan, sehingga butuh tim solid yang sehati dan sepemahaman dalam satu derap tanpa terdistrak berbagai hambatan apalagi friksi berbasis ego.

Demikianlah.

(Apakah kisah sudah selesai seiring usainya pemilihan? Ternyata belum, sodara-sodara ... 😁)

πŸ“Œ Senin, 11 Mei 2026 10:58 🌐