3 menit menjelang pukul 24 kemarin (2 November 2020), HP saya berbunyi menandakan masuknya pesan di WAG. Tidak semua WAG saya aktifkan notifikasinya, melainkan hanya yang perlu saya ikuti secara intens. Kalau ada bunyi, berarti ini pesan penting.
Rupanya ada kiriman file suara di WAG "dapur" AIGL Bernyanyi #2. Kang Dudy Duy pengirimnya.
Seketika pikiran saya menggeliat penuh gairah. Pasti ada progres signifikan. Karena memang demikianlah gaya Kang Dudy selama kami berkomunikasi sebulan belakangan ini. Hampir tidak pernah Kang Dudy menyampaikan kesulitan atau hambatan, bahkan mengabarkan kondisinya yang sedang kurang sehat pun tidak. Tahu-tahu mengirim hasil kerjanya mengolah audio yang selalu membuat kami berdecak kagum dan senang.
Singkat saja pesannya bahwa semua rekaman suara sudah dimasukkan. Ibarat memasak, bumbu sudah diramu dan diaduk dengan bahan makanan dalam panci penggorengan panas. Tinggal beberapa bumbu yang menunggu giliran dibubuhkan menjelang matang.
Dengan khidmat saya menyimak hasilnya. Suara 3 deklamator, 100 penyanyi, 1 orator, serta 13 pemusik berpadu kompak dalam sebuah komposisi yang anggun sekaligus gagah. Instrumen musik modern melantun lincah dan indah ditingkah nada etnis yang nanti akan menjadi pengiring 7 penari tradisional.
"WOW!". Demikian kesan saya sehabis mencerna tuntas hasilnya.
Sebagai seorang non-skill di bidang musik, tidak pernah saya bayangkan projek "lucu-lucuan" ala AIGL ternyata bisa sampai sejauh ini perjalanannya. Secara pribadi saya takjub dan bangga menemukan sinergi positif luarbiasa dari para AIGLorins membangun karya bersama.
Tak sabar ingin segera membagikan karya ini kepada kawan-kawan AIGL bahkan publik. Tetapi kerja belum selesai. Kita masih setengah jalan. Masih ada proses meramu kompilasi audio ini dengan lebih dari 100 video para pendukung projek ini. Sebuah pekerjaan besar. Dan tentu saja mendebarkan.
Tapi saya yakin kerja besar ini akan selesai pada waktunya. Wong proses pengumpulan rekaman suara dan video dalam waktu relatif singkat pun mampu dipenuhi secara baik oleh semua peserta (tentu saja dengan berbagai kerepotannya yang saat itu membuat stres namun menggelikan saat kini dikisahkan).
Seminggu ini Kang Pendy Mulyadi dan Kang Danne Dhirgahayu akan berjibaku di depan laptop. Mohon doa dan dukungan agar semua dapat berjalan lancar 🙏
Layar sudah dikembangkan. Pantang surut ke belakang.
Besok-besok kita sambung lagi ya. Sudah hampir jam 4. Saya mau tidur dulu. Pastinya sambil mendengarkan rekaman AIGL Bernyanyi #2 yang keren ini 😊
Gambar disalin dari:
www.krjogja.com
📌 Selasa 3 November 2020 22:02 🌐

Tidak ada komentar:
Posting Komentar