Jumat, 18 Maret 2022

Operetta Sublimis Animae

#friendship #solidarity #love #humanisme #kesetiakawanan #kemanusiaan

PRELUDE

Wahai engkau, anak manusia
tak lelahkah melangkah
dengan kaki rekah dan lutut pecah
menyusuri lorong keniscayaan dan asa?

PROLOG

Dulu kala, seorang bijak pernah berkata, "Dan siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil." Konon, dari situ muncul frasa go the extra mile yang kurang-lebih menandaskan totalitas yang rela melakukan/memberi lebih dari yang diharapkan. To make more effort than is expected of you.

SCENE 1

Satu masa, seseorang (sebutlah KUTU) mengalami kesulitan finansial yang diperlukannya untuk modal kerja. Setelah KUTU berjumpa BB, bergegas BB mencari kawan di jejaringnya yang berpeluang membantu. Atas dasar rasa percaya, seorang kawan (sebutlah LILIN) meminjamkan dana yang tergolong cukup besar guna memenuhi kebutuhan KUTU, dengan harapan projeknya dapat bergulir.

Seiring berjalannya waktu, ternyata KUTU tidak bisa memenuhi janji pengembalian pinjaman, bahkan tak lagi merespons saat dihubungi. Merasa bertanggungjawab pada LILIN, maka BB melunasi hutang tersebut dengan cara menyicil dari kocek pribadi selama beberapa bulan.

Tuntas dengan LILIN, BB pun tidak pernah mengungkit soal itu lagi.

SCENE 2

Kondisi kesehatan BB sangat turun sehingga bolak-balik menjalani pengobatan, bahkan akhirnya harus rawat inap.

Satu hari, BB mendengar perbincangan keluarga pasien lain yang tampak mengalami kesulitan melunasi biaya rumah-sakit.

Dengan santun BB menyapa, "Mohon maaf, saya tadi tak sengaja mendengar kesulitan yang kalian alami. Jika diperkenankan, saya ingin membantu sebagian biaya dari gaji yang baru saya terima."

Sebenarnya BB belum sebulan menjabat sebagai komisaris di sebuah perusahaan sehingga gaji yang diterima pun tak penuh. Dana itulah yang dia bagi dengan pasien lain yang tak dikenalnya.

NARATOR

Bagi sebagian orang, mungkin BB dipandang amat polos bahkan bodoh. Tetapi mereka yang kenal BB amat tahu bahwa dia sesungguhnya seorang yang sangat cerdas dan cermat tanpa dinodai prasangka.

Dia lakukan semua itu bukan karena berharap mendapat pujian (dan kisah-kisah ini pun bukan dia yang menyampaikannya), melainkan karena memang demikianlah tabiatnya.

BB tak bisa tenang jika tahu ada orang, apalagi kawan, yang sedang kesusahan sementara dia [merasa] punya kesempatan meringankan beban tersebut walau harus dengan mengetuk pintu kawan-kawan lain.

Begitulah peran BB di antara banyak orang, yakni menjadi penghubung antara mereka yang membutuhkan dengan yang memiliki keluangan. Integritas dan ketulusannya ibarat paspor yang berterima di pintu mana pun. Tak pandang senior maupun junior, semua menaruh respek yang tinggi padanya.

Dan dalam melakukan panggilan tugas ini, kerapkali BB mendahulukan kepentingan orang lain daripada dirinya sendiri. Bahkan di penghujung hayat, dalam dera rasa sakit tak terperi, acap dia yang lebih dahulu menyapa menanyakan kabar para kawannya.

EPILOG

Di mata saya, BB bukan sekadar menemani berjalan sepanjang 2 mil, melainkan rela menggendong orang tersebut walau dia sendiri sebenarnya sedang kepayahan.

Tak ada keterikatannya pada materi duniawi (padahal BB bukan seorang yang berlimpah kekayaan) maupun keterbatasan fisik (dalam kondisi sakit sekalipun) yang mampu menjebaknya dalam dilema batin saat berhadapan dengan panggilan pertemanan.

Buku-buku jari tangannya kapalan akibat mengetuk banyak pintu. Pipinya kebas menerima tolakan. Jiwanya tangguh teruji dalam empati penuh tekad.

Apa istilah yang cocok untuk perilaku seperti ini?

Saya tak tahu pasti.

Mungkin juga seperti dikatakan orang bijak yang sama dulu kala, "Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya."

Di lubuk hati terdalam, saya cukup yakin hanya orang-orang berjiwa luhur yang mampu melakoninya.

Demikianlah.

CODA

Wahai engkau, anak manusia,
buku-buku jarimu yang kapalan
adalah saksi hati dan jiwa
yang melampaui segala nalar.
Hikmat!

NOTA BENE

O ya, saya hampir lupa mengatakan bahwa BB adalah seorang bernama panggilan Boret alias Roberto Meisa Barus yang telah menghadap Sang Maha Empunya Napas sekitar 7 menit menjelang akhir hari Natal 2021.

Vaya con Dios, mi amigo 🙏

— Jumat, 18 Maret 2022 11:30 WIB ⚜️