Selasa, 10 November 2020

Dari Balik Tirai AIGL Bernyanyi II #4

Dari Balik Tirai AIGL Bernyanyi II #4

Tak terasa waktu berlari teramat cepat. Tepat seminggu lalu saya tuliskan progres mengolah file audio serta video yang jumlahnya lebih dari 100 (menurut Kang Pendy ada 128 video). Tahu-tahu sekarang sudah tanggal 10 November 2020, hari yang direncanakan untuk peluncuran karya kolosal AIGL.

Ternyata tidaklah mudah merangkai berbagai material yang pada dasarnya sudah bagus menjadi sebuah kolase besar yang tetap, bahkan tambah, bagus. Sangat terasa beratnya beban menyajikan racikan yang dapat memuaskan ekspektasi semua pihak.

Ada saja hal lucu sekaligus menggemaskan ketika dua unsur utama (rekaman audio dan rekaman video) digabungkan. Sinkronisasinya tak semudah yang dibayangkan. Ada yang gambarnya bagus tetapi gerak bibir tidak pas dengan lagu. Ada juga yang suara dan gambarnya sudah bagus, tetapi posisinya di video kurang pas. Jungkir-baliklah para chef di dapur video mengatur semuanya agar optimal.

Usai melakukan sinkronisasi, mulailah tahap penataan letak maupun cara tampilnya. Berbagai fitur yang ada di perangkat penyuntingan pun dijajal. Beberapa ide bergulir dalam upaya mempercantik visual.

Keterbatasan interaksi akibat pandemi terasa sebagai tantangan tersendiri. Komunikasi tentunya tidak selancar pertemuan tatap muka yang umumnya dibarengi melihat hasil pekerjaan seraya melakukan evaluasi serta memberi masukan.

Hingga kemarin malam, tim produksi masih intens berdiskusi melalui Zoom. 𝑆𝑐𝑒𝑛𝑒 demi 𝑠𝑐𝑒𝑛𝑒 dibahas satu per satu secara rinci hingga beberapa belas lembar.

Beruntung kedua chef dapur video sangat bisa diandalkan kemampuannya, sehingga dalam tempo singkat (eh dari jam 21 hingga pagi tuh termasuk singkat atau lama sih?) hasil diskusi pun terwujud dalam format yang disepakati. Haturnuhun, Kang Pendy dan Kang Danne Dhirgahayu. You are the best.

Dan sekitar 22 menit selewat jam 12 siang tadi, kami disuguhi perkembangan terbaru untuk preview. Setelah ditonton dan disimak sejak detik 0 hingga akhir sambil menahan napas, akhirnya kami bisa menghembuskan 3/4 beban yang selama ini menggantung (kebayang kan gedoran ratusan orang yang sangat penasaran menantikan kemunculan video kolaborasi ini 😓).

Secara keseluruhan, masakan sudah jadi. Bentuknya sudah sangat jelas, kenikmatannya pun sudah terasa. Tinggal diberi sentuhan akhir yang mempercantik tampilan saat disajikan di pinggan.

Pekerjaan yang dilaksanakan kurang dari 1 bulan ini nyaris merupakan kemustahilan (untung saja belum sempat menjadi mimpi buruk) mengingat demikian banyak pihak yang dilibatkan sebagai artis, yang [nyaris] semuanya amatir. Bahkan ada yang mengakui bahwa ini adalah pertamakalinya dia menyanyi di luar kamar mandi. Pakai direkam video pula! Ada juga yang baru kembali menyanyi sejak SMP. 🤣

Perlu menjadi catatan bahwa semua ini dilakukan secara 𝘱𝘳𝘰-𝘣𝘰𝘯𝘰 alias tak berbayar. Dan ada sebagian yang mengupayakan di antara tugas utama kehidupan. Namun tugas yang diemban diupayakan terlaksana sebaik mungkin.

Maka, sungguhlah beruntung AIGL memiliki warga yang berkenan berbagi dedikasi dalam tenggat waktu yang sangat ketat ini. Mulai dari penggagas dan pembuat/penata musik/vokal, manager yang katempuhan menangani segala urusan, pembuat puisi, penyanyi, narator, pemusik, penari, hingga orang-orang di belakang laptop yang menjadi benteng terakhir. Semua menakjubkan. Thank you, all 💕

Kiranya kerja kita bersama ini dapat segera kita nikmati dengan sukacita (dan semoga juga dengan bangga 🙏) ketika kita membuktikan mampu menembus hal-hal yang selama ini kita anggap tak mungkin kita lakukan.

Together, each achieve more.

Salam dari dapur,

📌 Selasa, 10 November 2020 22:06 🌐

Kamis, 05 November 2020

Dari Balik Tirai AIGL Bernyanyi II #3

Dari Balik Tirai AIGL Bernyanyi II #3

Usai mengumpulkan rekaman audio dan video hingga beberapa saat menjelang tenggat waktu (anak ITB keknya senang banget memacu adrenalin dengan mepet-mepet), para pendukung projek besar AIGL Bernyanyi #2 pun bisa menarik napas lega. Berbagai kehebohan serta keluh-kesah lucu yang terjadi di lokasi masing-masing pun usai sudah.

Begitu pun kami yang mengemban tugas mengelola kerja besar ini dapat sedikit melonggarkan himpitan yang cukup menegangkan. Bayangkan saja hiruk-pikuk komunikasi 100 penyanyi, 11 pemusik, 7 penari, dan 4 narator/deklamator yang menyumbangkan suara, permainan musik, ataupun gerak dalam bentuk rekaman audio dan video dari lokasi masing-masing. Ada saja hal-hal menggemaskan yang harus diorkestrasi secara cantik dan sabar oleh 8 orang tim kreatif. Dan semua ini dilangsungkan dalam durasi sekitar 1 bulan saja.

Kini semua menantikan hasil racikan dari para chef dapur audio, yakni Kang Dudy Duy, dan duo maut dapur video, yaitu Kang Pendy Mulyadi dan Kang Danne Dhirgahayu. Dan secara anggun, masuk pula bumbu racikan Dayu Ida Ayu Suci Levi untuk menambah keindahan topping sajian.

Berbagai colekan via FBG AIGL maupun japri tak henti-hentinya menyampaikan rasa penasaran tentang hasil akhir. "Mana, mana, mana... Pingin lihat."

Jangankan para peserta, kami sendiri pun tak kurang penasarannya. Namun, dapur audio maupun dapur video ternyata menerapkan sistem kehati-hatian yang sangat ketat. Kami hanya boleh mengintip sedikit saja dari balik tirai jendela dengan pesan yang sangat jelas untuk tidak membocorkan progres yang memerlukan kecermatan dan kesabaran tingkat tinggi ini.

Gedoran rasa penasaran semakin membahana. Waktu menuju peluncuran pun semakin dekat, tak sampai seminggu lagi. Dapur video semakin mengintensifkan jadwal kerja. Kedua chef khusyuk dalam tirakat. Dan kami hanya bisa menanti-nanti di halaman.

Mungkin karena tidak tega menyaksikan kami berhujan-panas menanti di halaman, akhirnya pagi tadi Kang Pendy berbaik hati memberikan selembar kolase foto yang diambil dari potongan ratusan video yang tengah diolah. Dengan pesan, "Beri kami kesempatan memberi sajian terbaik dari bahan baku yang sudah keren. Please..."

Beginilah kurang-lebih penampilan kece para peserta. Semoga dapat melunturkan sedikit rasa penasaran sekaligus mendukung semangat kedua empu yang tengah berjibaku di depan laptop.

* Diiringi salam mesra dari tim di halaman dapur,

🇮🇩❤️🙏

📌 Kamis, 5 November 2020 22:09 🌐

Selasa, 03 November 2020

Dari Balik Tirai AIGL Bernyanyi II #2

Dari Balik Tirai AIGL Bernyanyi II #2

3 menit menjelang pukul 24 kemarin (2 November 2020), HP saya berbunyi menandakan masuknya pesan di WAG. Tidak semua WAG saya aktifkan notifikasinya, melainkan hanya yang perlu saya ikuti secara intens. Kalau ada bunyi, berarti ini pesan penting.

Rupanya ada kiriman file suara di WAG "dapur" AIGL Bernyanyi #2. Kang Dudy Duy pengirimnya.

Seketika pikiran saya menggeliat penuh gairah. Pasti ada progres signifikan. Karena memang demikianlah gaya Kang Dudy selama kami berkomunikasi sebulan belakangan ini. Hampir tidak pernah Kang Dudy menyampaikan kesulitan atau hambatan, bahkan mengabarkan kondisinya yang sedang kurang sehat pun tidak. Tahu-tahu mengirim hasil kerjanya mengolah audio yang selalu membuat kami berdecak kagum dan senang.

Singkat saja pesannya bahwa semua rekaman suara sudah dimasukkan. Ibarat memasak, bumbu sudah diramu dan diaduk dengan bahan makanan dalam panci penggorengan panas. Tinggal beberapa bumbu yang menunggu giliran dibubuhkan menjelang matang.

Dengan khidmat saya menyimak hasilnya. Suara 3 deklamator, 100 penyanyi, 1 orator, serta 13 pemusik berpadu kompak dalam sebuah komposisi yang anggun sekaligus gagah. Instrumen musik modern melantun lincah dan indah ditingkah nada etnis yang nanti akan menjadi pengiring 7 penari tradisional.

"WOW!". Demikian kesan saya sehabis mencerna tuntas hasilnya.

Sebagai seorang non-skill di bidang musik, tidak pernah saya bayangkan projek "lucu-lucuan" ala AIGL ternyata bisa sampai sejauh ini perjalanannya. Secara pribadi saya takjub dan bangga menemukan sinergi positif luarbiasa dari para AIGLorins membangun karya bersama.

Tak sabar ingin segera membagikan karya ini kepada kawan-kawan AIGL bahkan publik. Tetapi kerja belum selesai. Kita masih setengah jalan. Masih ada proses meramu kompilasi audio ini dengan lebih dari 100 video para pendukung projek ini. Sebuah pekerjaan besar. Dan tentu saja mendebarkan.

Tapi saya yakin kerja besar ini akan selesai pada waktunya. Wong proses pengumpulan rekaman suara dan video dalam waktu relatif singkat pun mampu dipenuhi secara baik oleh semua peserta (tentu saja dengan berbagai kerepotannya yang saat itu membuat stres namun menggelikan saat kini dikisahkan).

Seminggu ini Kang Pendy Mulyadi dan Kang Danne Dhirgahayu akan berjibaku di depan laptop. Mohon doa dan dukungan agar semua dapat berjalan lancar 🙏

Layar sudah dikembangkan. Pantang surut ke belakang.

Besok-besok kita sambung lagi ya. Sudah hampir jam 4. Saya mau tidur dulu. Pastinya sambil mendengarkan rekaman AIGL Bernyanyi #2 yang keren ini 😊

Gambar disalin dari:
www.krjogja.com

📌 Selasa 3 November 2020 22:02 🌐