Yihaaaaa!!!
Sungguh seru ternyata perkembangan projek #AIGLBernyanyi2. Riuh sangat perbincangan di WAG yang campur-baur antara antusias, bingung, gaptek, penasaran, serius, bahkan canda-canda. Eh termasuk serbuk-serbukan juga sedikit..
Interaksi yang intens namun akrab terjalin antara sesama peserta maupun dengan Mamak Lindes Dumaria Gultom selaku Manager handal yang tidak ada duanya dalam soal kesabaran dan kerajinan, sungguhlah membuat tenang saya yang sebenarnya nyaris nol besar dalam soal musik dan nyanyi. Toh selama ini juga lebih sering bermodalkan nekad dan semangat serta sedikit provokasi đ
Waktu yang tergolong singkat tidaklah membuat ciut nyali kawan-kawan. Anak ITB, gitu lho. AIGL pulak! Deadline mepet mah sudah biasa.
Sekitar 50% dari 107 peserta WAG (ada juga sih beberapa yang pakai 2 nomor) sudah menyetor rekaman suaranya. Bahkan ada yang sudah menuntaskan PR-nya dengan menyerahkan video sekaligus. Secara umum, hasilnya menggembirakan. Kami yang menjadi tukang masak di dapur jadi semakin optimis bisa memenuhi target penayangan di Hari Pahlawan 10 November 2020.
Hari ini adalah batas waktu pengiriman rekaman audio. Semoga sebelum tengah malam nanti seluruh suara keren para AIGLians (atau bagusnya kita sebut AIGLOrins ya?) sudah terhimpun sehingga Kang Dudy Duy bisa langsung tancap gas menjahitnya menjadi sebuah paduan suara yang dahsyat membahana dan patut dikenang hingga 100 tahun mendatang (contek slogan Om Rouli Sijabat).
Dan setelah itu, Kang Pendy Mulyadi serta Kang Danne Dhirgahayu berjibaku menata mosaik video para TÊtÊh, Akang, Uni, Uda, Kakak, Abang, Mbak, Mas, Bude, Pakde, dll yang sudah berupaya keras menampilkan wajah paling manis namun penuh gairahnya.
Sungguh tak sabar rasanya menanti..
Keep the spirit high! We love you all.
đđđ
đ Kamis, 22 Oktober 2020 22:08 đ

Tidak ada komentar:
Posting Komentar