Kamis, 30 Mei 2019

Dari Ganesha untuk Indonesia

Tahun depan, 2020, ITB tepat berusia 100 tahun. Seperempat abad kemudian, Indonesia mencapai usia yang sama setelah kemerdekaan 17 Agustus 1945. Sebuah rentang waktu yang masih pendek untuk menakar peradaban, namun cukup layak untuk mengukur langkah kemajuan.

Sebagai sebuah institusi dan komunitas, ITB adalah miniatur Indonesia yang kaya dengan keanekaragaman latar belakang, disiplin ilmu, pemikiran, upaya, maupun pencapaian. Peran ITB bagi Indonesia pun kian penting tatkala sains dan teknologi merupakan ujung tombak kemajuan dunia masa kini.

Namun pertanyaan yang jauh lebih penting bukanlah apa yang sudah diraih dan diberikan oleh ITB bagi Indonesia selama ini, melainkan kontribusi nyata dalam menyongsong 100 tahun kemerdekaan Indonesia, bahkan setelahnya.

Begitu pula mengenai keragaman, yang di satu sisi merupakan potensi luarbiasa yang akan menghasilkan karya besar apabila bersinergi. Namun, di sisi lain, juga memiliki daya gerus yang tak kalah dahsyatnya. Perjalanan bangsa dan negara kita tak luput dari tarik-menarik kedua kutub kemungkinan ini. Sungguh kita patut bersyukur Indonesia mampu bertahan, yang tak lepas dari terjaganya solidaritas dan kesetiaan pada negara anugerah Tuhan ini. Walau dalam beberapa hal perbedaan itu tampak mengkristal, namun pada dasarnya tetap tersedia ruang dialog bagi keselarasan hidup bersama.

Pada masa dialog terasa buntu akibat pudarnya makna kata, kebudayaan mengambil posisi sebagai media yang paling tepat untuk mengembalikan rasa paling fundamental bagi semua manusia, yakni memiliki tempat yang nyaman di antara keramaian. Tidak teralienasi. Salah satunya adalah melalui musik. "Where words fail, music speaks", demikian kata pencerita besar Hans Christian Andersen. Dalam musik, setiap orang mendapat tempat, walau hanya sebagai penikmat atau sekadar bersenandung, bersorak, dan bertepuk-tangan.

Sebagai tanggapan kesadaran menuju 100 tahun ITB serta tantangan tahun emas Indonesia, Komunitas Musik ITB (KMI) terpanggil untuk menguak celah perjumpaan segenap civitas academica ITB dalam memberi kesempatan pada KATA agar bisa kembali menjadi KITA.

Untuk itu, KMI akan menyelenggarakan sebuah perhelatan rekaman lagu dan video klip dengan tajuk Dari Ganesha untuk Indonesia: ”Bila Bersatu, Kita ‘kan Jaya”

Sangat diharapkan peran-serta teman-teman KMI serta civitas academica ITB untuk menyanyi dan tampil bersama dalam video klip ini, yang membutuhkan hingga 200 orang penampil.

Proses rekaman vokal akan dimulai awal minggu ini, sementara shooting video akan diadakan pada hari Kamis, 30 Mei 2019 (hari libur) di Auditorium Telkom Landmark Tower (TLT) Jl. Jendral Gatot Subroto, sejak pukul 11 WIB.

Mari berpartisipasi menyukseskan kegiatan ini. Yang tentunya tidak akan berhenti sampai pembuatan video klip saja. Masih banyak peluang kegiatan lain yang layak kita dukung dalam rangka menyongsong 100 tahun ITB menuju 100 tahun Indonesia.

Ini gawean kita bersama, mewujudkan karya kita bersama. Yuuk kita gotong-royong membantu keberhasilan gagasan ini 🙏

— PinAng: Kamis, 30 Mei 2019 02:41 WIB