Prolog
Ada banyak impian yang pernah menyembul dalam tahun-tahun perjalanan hidup saya, baik tentang diri maupun dunia. Sangat banyak yang tak terwujud dengan berbagai alasan logis, namun ada juga yang menjadi kenyataan dengan sedikit kegemilangan [walau sebagian dibarengi sentuhan mukjijat].
Memilih salah satu cerita dari sekian impian untuk disampaikan ke forum AIGL nan ceria namun kritis ini ternyata bukanlah hal mudah. Apalagi jika tak ada makna yang bisa dibagi. Itu sebabnya saya mengalami kesulitan mengikuti celeng kali ini.
Namun ada satu hal yang sore tadi sekonyong-konyong menyeruak dalam pikiran ketika Téh Nenden menagih keikutsertaan saya. Entahlah, apa bisa ini dianggap sebuah testimoni. I wish.
15 Juli 2020
Sekonyong-konyong terbetik kabar bahwa seseorang yang sudah lama saya kagumi ternyata telah meninggalkan ruang kebersamaan kami. Serentak ada torehan nestapa dalam dada yang tak kuasa saya tolak. Seperti rumah kehilangan suara kanak-kanak.
Berusaha memendamnya ternyata percuma. Sehingga, tanpa terkendali, jemari yang sudah belasan tahun kelu tak mampu merangkai kata tiba-tiba bergerak menautkan huruf demi huruf menyuarakan rasa yang terus ingkar untuk mengaku.
Agustus 2020 tak jelas tanggal berapa
Suatu sore, saat mengisi waktu dengan bernyanyi di Smule, entah kenapa teringat sebuah lagu tentang harapan kembalinya seseorang dari masa lalu. Tanpa perlu bimbel (istilah kawan-kawan ITBSmuleanS untuk latihan) dan tak perlu retake, jadilah rekaman itu.
Menyadari suara yang sangat pas-pasan di garis batas memprihatinkan serta mengandalkan keberanian menanggung malu semata, tak pernah saya memublikasikan apapun ke luar aplikasi Smule itu sendiri. Termasuk lagu ini.
Namun, demi membuktikan bahwa kisah ini bukanlah sekadar gombal, saya sertakan tautannya di sini: https://www.smule.com/p/2362375036_3681282488
20 Oktober 2020
Dia kembali hadir ke tengah kebersamaan seakan tak pernah ada angin gersang yang meranggaskan dedaunan. Dan sebagaimana galibnya roda musim, kemarau pun berganti dengan kesegaran yang sedemikian melimpah.
Epilog
Masih banyak yang sebenarnya bisa saya ceritakan, hanya saja tenggat waktu tinggal 2 menit.
Demikianlah.
Appendix
Lagu ini aslinya berjudul Julie, yang diciptakan dan dipopulerkan oleh Julio Bernardo Euson pada tahun 1972. Dalam kisah ini, nama Julie diubah menjadi Lady.
|
Lady, oh Lady
Lady, Lady
But it seems that it all had to end
No one.. to cheer me .. and no one.. to say… |
Lady, darling Lady
Lady, Lady
But it seems that it all had to end
Yes it seems that it all had to end |
|
Lady is coming back to me, some day |
|
#aiglMyWishStory
📌 Minggu, 20 Desember 2020 03:00 🌐
Tidak ada komentar:
Posting Komentar