📌 Minggu, 20 Desember 2020

Lady will Surely Comeback Someday

<i>Lady will Surely Comeback Someday</i>

Prolog

Ada banyak impian yang pernah menyembul dalam tahun-tahun perjalanan hidup saya, baik tentang diri maupun dunia. Sangat banyak yang tak terwujud dengan berbagai alasan logis, namun ada juga yang menjadi kenyataan dengan sedikit kegemilangan [walau sebagian dibarengi sentuhan mukjijat].

Memilih salah satu cerita dari sekian impian untuk disampaikan ke forum AIGL nan ceria namun kritis ini ternyata bukanlah hal mudah. Apalagi jika tak ada makna yang bisa dibagi. Itu sebabnya saya mengalami kesulitan mengikuti celeng kali ini.

Namun ada satu hal yang sore tadi sekonyong-konyong menyeruak dalam pikiran ketika Téh Nenden menagih keikutsertaan saya. Entahlah, apa bisa ini dianggap sebuah testimoni. I wish.

15 Juli 2020

Sekonyong-konyong terbetik kabar bahwa seseorang yang sudah lama saya kagumi ternyata telah meninggalkan ruang kebersamaan kami. Serentak ada torehan nestapa dalam dada yang tak kuasa saya tolak. Seperti rumah kehilangan suara kanak-kanak.

Berusaha memendamnya ternyata percuma. Sehingga, tanpa terkendali, jemari yang sudah belasan tahun kelu tak mampu merangkai kata tiba-tiba bergerak menautkan huruf demi huruf menyuarakan rasa yang terus ingkar untuk mengaku.

Agustus 2020 tak jelas tanggal berapa

Suatu sore, saat mengisi waktu dengan bernyanyi di Smule, entah kenapa teringat sebuah lagu tentang harapan kembalinya seseorang dari masa lalu. Tanpa perlu bimbel (istilah kawan-kawan ITBSmuleanS untuk latihan) dan tak perlu retake, jadilah rekaman itu.

Menyadari suara yang sangat pas-pasan di garis batas memprihatinkan serta mengandalkan keberanian menanggung malu semata, tak pernah saya memublikasikan apapun ke luar aplikasi Smule itu sendiri. Termasuk lagu ini.

Namun, demi membuktikan bahwa kisah ini bukanlah sekadar gombal, saya sertakan tautannya di sini: https://www.smule.com/p/2362375036_3681282488

20 Oktober 2020

Dia kembali hadir ke tengah kebersamaan seakan tak pernah ada angin gersang yang meranggaskan dedaunan. Dan sebagaimana galibnya roda musim, kemarau pun berganti dengan kesegaran yang sedemikian melimpah.

Epilog

Masih banyak yang sebenarnya bisa saya ceritakan, hanya saja tenggat waktu tinggal 2 menit.

Demikianlah.

Appendix

Lagu ini aslinya berjudul Julie, yang diciptakan dan dipopulerkan oleh Julio Bernardo Euson pada tahun 1972. Dalam kisah ini, nama Julie diubah menjadi Lady.

Lady, oh Lady
Life is not the same anymore
There's not a thing that we're living for
Now that you've gone away

Lady, Lady
Why couldn't you have stay
I remember the days
That we spent together
Happiness knowing no bound
At the time we have pledged
It would last forever
From this cloud that was just no way down

But it seems that it all had to end
And I'm left here alone, not a friend
No one to cheer me and no one to say
Lady will surely come back, some day

No one.. to cheer me .. and no one.. to say…
Lady will surely come back… some…day

Lady, darling Lady
How come you're not thinking of me
How come you don't care to recall how it was
I wish for that it always will be

Lady, Lady
Why don't you come back to me
I remember the days
That we spent together
Happiness knowing no bound
At the time we have pledged
It would last forever
From this cloud that was just no way down

But it seems that it all had to end
And I'm left here alone, not a friend
No one to cheer me and no one to say
Lady will surely come back, some day

Yes it seems that it all had to end
And I'm left here alone, not a friend
No one to cheer me and no one to say
Lady will surely come back, some day

Lady is coming back to me, some day
Lady, I say, Lady
You have better come to me at home
'Cause I want you
Oh yeah, I want Lady ....

#aiglMyWishStory

📌 Minggu, 20 Desember 2020 03:00 🌐

Tidak ada komentar:

Posting Komentar