📌 Kamis, 12 Maret 2020 🌐

Drama Musikal yang Belum Berjudul

based on several true stories

Saat beberapa anggota kelompok Non-Skills (alumni ITB penggemar berat musik tapi tidak menguasai alat musik, bahkan menyanyi pun kadang fals) bertemu untuk membahas peran serta dalam memeriahkan peringatan 100 Tahun ITB, muncullah ide menegakkan kembali marwah Non-Skills sebagai juara sejati Festival Band ITB Kategori Teatrikal.

Obrol punya obrol sambil menikmati sop kepala ikan dan sop kambing di Blok M Square, dilanjutkan ngopi sore, terumuskanlah plot dasar operet atawa kabaret alias drama musikal (terserah deh apa namanya) yang inti kisahnya akan mendecakkan kesan "anak ITB banget ih!".

Penuh sukacita kami mensyukuri kehadiran FBG AIGL ini karena amat berlimpah fragmen cerita yang bisa dirangkai sebagai bunga-bunga kehidupan 3 tokoh sentral operet ini: Ucok si anak BTL (Batak Tembak Langsung) dari Siborong-borong, Tole si anak Jawa kelahiran nDiwek, dan Euis si geulis Mojang Priangan. Aksi Pak Satpam dan Juru Parkir nanti belakangan saja kita sisipkan.

Skenario masih berkecamuk acak di kepala. Pilihan lagu pun masih belum jelas walau sudah ada sedikit siluet di balik gorden semi transparan. Opsi beberapa pemeran sudah mulai direka-reka, yang bikin kami ngakak sendiri. Dan jalur komunikasi dengan beberapa tokoh perpanggungan ITB pun mulai diaktifkan.

Ini memang baru tahap brainstorm yang masih prematur, yang memerlukan stamina serta konsistensi lebih lanjut untuk merealisasikannya.

Oleh karena itu, mumpung belum telanjur diminta jadi pengisi tetap di Broadway, pada kesempatan ini dengan rendah hati kami memohon pada warga AIGL agar merelakan secara tulus jika kisahnya dicuplik sebagai puzzle cerita. Dan secara serius kami tegaskan tidak ada honor apalagi royalti.

Demikianlah informasi awal ini kami sampaikan guna meminimalkan risiko kehebohan di antara warga AIGL.

Permisi dulu. Ciao. Babay.

📌 Kamis 12 Maret 2020 13:48 🌐

Tidak ada komentar:

Posting Komentar