#HariBaru #PanggilanNegeri #IndonesianIsMe #IndonesiaJaya ❤️🇮🇩
Kemarin malam, sengaja saya menyisihkan waktu untuk bertemu Mas Rizal, Mas Anton, Mas Rois, dan Mbak Audist Subekti, panitya acara Indonesianisme Summit 2019 yang diselenggarakan pada tanggal 13 dan 14 Agustus 2019 di Jakarta Convention Center. Adapun tujuan saya sowan pada mereka adalah dalam rangka mengenal lebih dalam tentang Indonesianisme serta menyesuaikan sinergi karya kawan-kawan Komunitas Musik ITB (KMI) yang dituangkan dalam bentuk video lagu.
Dari perbincangan santai selama beberapa saat di Soma Coffee GBKakuatik, saya menangkap beberapa poin penting yang menurut saya sungguh luarbiasa.
Indonesianisme Summit bukanlah sekadar ajang seminar, bukan pula pameran semata-mata. Di sinilah kita memberikan apresiasi atas pencapaian yang sudah dapat dinikmati manfaatnya oleh masyarakat dan sekaligus menjadi wadah motivasi atas inovasi para perusahaan rintisan (start up). Bahkan, lebih dalam lagi, di sinilah para pelaku teknopreneur berdialog dalam proses pembelajaran yang tak kenal henti.
Misi besar Indonesianisme adalah memberi ruang yang layak bagi kreativitas dan upaya anak bangsa berkiprah di tanah airnya sendiri, memberikan sumbangsih pada bangsa dan negara, melalui kompetensi di bidang teknologi dan industri.
Menurut hemat saya, semua ini hanya bisa diwujudkan apabila segenap potensi bangsa disinergikan. Melimpahnya sumber daya alam Indonesia bisa memberi manfaat sebesar-besarnya sesuai amanat konstitusi apabila dikelola secara optimal oleh sumber daya manusianya. Dalam hal ini, kebanggaan sebagai pembuat dan pelaku industri menjadi sangat penting.
Itu sebabnya forum ini dinamakan Indonesianisme.
(Jadi teringat diskursus yang berlangsung sekian tahun lalu, ketika acara ini hendak diluncurkan untuk pertamakali, saya menjadi salah satu pendukung penggunaan istilah ini dengan melafalkannya sebagai Indonesian is Me 😜)
Berbagai potensi perlu dicurahkan dan dipadukan dalam semangat baru ini. Tidak terbatas pada kemampuan di bidang teknik saja melainkan juga budaya. Terutama budaya kerja, optimis, dan gotong-royong. Itulah modal besar bangsa kita yang sudah teruji sejak dulu.
Sebagai perwujudan dukungan budaya pada Indonesianisme, kawan-kawan dari KMI mempersembahkan kolaborasi musik yang mereka namakan Panggilan Negeri : Hari Baru. Melalui lagu ini, kita semua diingatkan bahwa sesungguhnya kejayaan negeri ini ada di tangan kita semua. Bahwa harapan bisa menjadi kenyataan ketika kita bangga sebagai bangsa Indonesia. INDONESIAN IS ME!
Inilah video kolaborasi mereka dalam menyemarakkan semangat Indonesia.

