Minggu, 18 Agustus 2024

Silimalombu

Sumut Punya Cerita

Nyonya rumah dan tamu di Silimalombu

Bisa jadi dahulu ada 5 sapi yang entah apa pula cerita tersohornya hingga tempat terpencil di kawasan Samosir itu dinamai Silimalombu. Desa ini mungkin tak akan pernah jadi topik andai hanya melangkah dalam pakem biasa-biasa saja.

Hingga seorang perempuan bernama Ratnauli Gultom mengubah takdirnya. Mangga Toba difermentasi jadi minuman (mango wine), berbagai flora dan fauna dipanen dari sekitar untuk diolah jadi hidangan dan produk lokal, hingga gaya hidup berwawasan lingkungan nirlimbah (zero waste).

Sebagaimana biasa, keunikan sebuah tempat lebih dulu diketahui dan dicintai wisatawan mancanegara. Bahkan hingga sekarang pun lebih banyak orang asing yang menjadi tamu menginap di homestay Silimalombu. Agak ironis, namun demikianlah adanya.

Saat berkunjung sekian tahun lalu, saya berjumpa dengan satu keluarga Skotlandia (ayah, ibu, puteri berusia 6 tahun) yang sudah 2 bulan tinggal di sana. Sehari-hari mereka mengikuti kegiatan Ratna mengambil ikan dan udang di danau Toba, memetik sayuran, memanen jagung, ubi, buah, dsb yang dilanjutkan dengan mengolah dan menikmatinya.

Mango wine

Amat pantas jika Silimalombu melabel diri sebagai ecovillage dan menjadi destinasi yang wajib diperhitungkan sehingga pernah khusus dikunjungi oleh Raja Belanda Willem Alexander dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti pada tahun 2020.

Setiap tempat dan waktu akan melahirkan legendanya sendiri.

Lisoi! Lisoi! Lisoi!

#latepost #Samosir #Sumut #NorthSumatera #wine #ecoliving #nirlimbah #zerowaste #pariwisata #tourism

— Minggu, 18 Agustus 2024 01:49 WIB 🎒 Medan