Seusai Rakernas IA-ITB
Delapan bulan lewat 2 hari sejak Mas Gembong Primadjaja terpilih sebagai Ketua Umum IA-ITB 2021 - 2025 dan sekitar setahun saya menyertai dalam beberapa segmen prosesnya, tak terkira cerita yang bisa dituturkan.
Dari sekian kisah [maupun ghibah, oops ... 🙊] yang mewarnai perjalanan ini, yang paling gres adalah pelaksanaan Rakernas IA-ITB di Bandung dari tanggal 17 sampai 19 Desember 2021 lalu. (Sayangnya saya tidak bisa menghadiri acara puncak nan seru di PINDAD.)
Kehadiran ratusan duta Pengurus IA-ITB Pusat, Daerah, Program Studi, dan Komisariat mungkin hal yang lumrah untuk perhelatan akbar seperti ini. Namun ada sisi lain yang, bagi saya pribadi, sangat mengesankan dan relevan.
Sejak beberapa hari menjelang Rakernas, ada 2 orang Liaison Officer (LO) yang menghubungi saya via WhatsApp. Pertama adalah Dinda PL16 yang baru lulus, lainnya adalah Agung GD18. Keduanya cukup intens menyampaikan perkembangan kegiatan maupun memastikan terpenuhinya kebutuhan saya sebagai peserta Rakernas.
Sejak tiba di Hotel Aryaduta tanggal 17 Desember siang, Dinda langsung mendampingi saya. Sebagai orang biasa-biasa yang tak masuk strata VIP, malah sering slordig, agak rikuh juga saya jadinya 😊 Setelah berbincang sejenak, saya katakan saya sudah boleh ditinggal agar dia bisa mengurus peserta lain (katanya dia menanggungjawabi 6 orang).
Selanjutnya, Dinda rajin mengomunikasikan dan mengonfirmasi kehadiran saya dalam semua mata acara, kebutuhan akomodasi dan transportasi, dsb bahkan kepastian bahwa saya sudah tiba kembali di rumah seusai Rakernas.
Mungkin juga saya sedang rada gabut sehingga pelayanan remeh-temeh begini pun menjadi catatan dan menilainya excellent. Menurut hemat saya, Dinda adalah contoh orang paham lingkup tugasnya dan menuntaskan sebaik yang dia mampu.
Bisa jadi semua LO sudah mendapat taklimat bahwa para peserta Rakernas adalah customer yang masuk dalam kaidah klasik "pelanggan adalah raja" sehingga dia sukses memainkan perannya dengan optimal. Terimakasih, Panitia yang keren 🙏 (colek Bang Yus dan Téh Zaumi).
Untuk sebuah event selama 3 hari saja sudah demikian "repot" tugas melayani 6 orang yang berbeda karakter dan maunya. Bagaimana pula dengan pengurus IA-ITB yang konon punya sekitar 120.000 customer dari kalangan alumni ITB? Belum lagi stake holder di luar itu; seperti almamater, masyarakat, pemerintah, dll. Amat beragam dan luas aspek yang harus diperhatikan dan kerjakan.
Dan ini akan berlangsung hingga tahun 2025! Tak terbayang besarnya sumber daya yang harus dicadangkan untuk memenuhi semuanya.
Sedangkan perjalanan 5 bulan sejak kepengurusan disahkan masih terlalu singkat untuk menakar peluang. Masih banyak ruang pembenahan dan peningkatan sebagai konsekuensi logis proses turn around IA-ITB yang dipimpin Ketum.
Ibarat sebuah kapal, demikianlah IA-ITB akan melayari tahun-tahun pelayanannya. Dan lebih menggentarkan lagi tatkala kapal ini merambah kawasan yang belum pernah diarungi. Mare incognitum. Dengan arus yang belum dipahami, gelombang yang belum dikenal, karang yang belum dipetakan, bahkan mungkin dihuni monster semacam Kraken atau Leviathan 😁
Semua adalah tantangan yang perlu dicermati dan diputuskan oleh sang nakhoda. Dengan dukungan penuh semua awak kapal yang paham kewenangan maupun tuntutan kinerjanya, niscaya kapal bisa bermanuver cantik alih-alih karam.
Kompas sudah ditera oleh nakhoda melalui Rakernas kemarin, kemudi sudah disetel, temali sudah ditata, perangkat navigasi sudah semakin komplet dan presisi. Para awak pun siaga menanti komando angkat sauh dan kembangkan layar menyongsong dunia baru yang belum dikenal.
Samar namun terasa, ada pertanyaan besar menggayut di cakrawala, mampukah kita bersama-sama membawa kapal besar ini memenuhi ekspektasi para stake holder sebaik seorang LO melayani peserta Rakernas sejak awal hingga akhir?
Right now I have no answer but to follow my captain.
Ombak demi ombak, gelombang demi gelombang, berkejaran dalam waktu. Melalui bisik angin di kala teduh, mereka akan menyampaikan jawabannya.
Oooraah!!!
Rakernas ini merupakan acara besar pemuncak 2021 yang menurut saya sangat berhasil mengejawantahkan misi "BERSATU" seorang Gembong Primadjaya.
Dan tampaknya gayung bersambut, yang ditunjukkan dengan gairah menggebu para pengurus sehingga geliat IA-ITB amat terasa.
Bandung: Minggu, 19 Desember 2021 22:59 WIB
