Biar Ugal-ugalan, Solider Ama Kawan
Sebagai seorang pendiam, pemalu, dan [tentu saja] bukan seleb untuk pansos, tidak heran jika saya hanya punya sedikit teman, apalagi teman yang benar-benar teman. Perlu waktu lama untuk menjalin hubungan yang nyambung frekuensinya. Itu pun belum tentu sukses. Maka, sungguh menakjubkan dan layak disyukuri ketika saya bisa berteman dengan kawan-kawan dari komunitas Persatuan Golf Ganesha (PGG) padahal saya bukan golfer, konon pula menjadi anggotanya.
Komunitas ini termasuk "gila" dalam soal pertemanan, apalagi solidaritas. Dan ini tidak terbatas terhadap sesama anggota saja. Sudah beberapa kali kawan-kawan PGG mendukung kegiatan alumni yang tidak terkait golf. Asalkan misinya adalah demi kemanusiaan dan persaudaraan, mereka tidak perlu berlama-lama untuk memutuskan memberikan bantuan yang sangat signifikan.
Minimal yang saya ingat adalah kegiatan musik dan tayang bincang (talkshow) dalam rangka donasi untuk pengungsi meletusnya Gunung Sinabung, yang dalam waktu 2 hari saja berhasil menghimpun dana lebih dari 450 juta Rupiah.
Juga saat pembuatan klip video Hari Baru yang melibatkan sekitar 200 alumni ITB.
Bila sudah menyangkut kemanusiaan dan solidaritas alumni ITB, prinsip mereka adalah "HAJAR BRO!". Walau sering ugal-ugalan dalam canda, solidaritas pada kawan adalah yang utama.
Maka dengan bangga dan takzim saya mengenakan kaos mereka walau saya bukan anggota PGG.
Salut, PGG!
Hajar, Bro!
#aiglCelengPunggung #aiglChallengePunggung #PGG
📌 Kamis, 11 November 2021 00:09 🌐


