Awalnya sih tak terpikir mau ikutan #maskstatuechallenge yang digelar dalam rangka #aigl4IndonesiaSehat. Tapi Mak Celeng Nenden Agustina beberapa kali mencolek sampai saya kegelian dan terketuk berpartisipasi.
Video ini boleh dianggap sebagai kaleidoskop kecil sekelompok orang yang dipersatukan sejak tahun 2012 ketika sama-sama menjadi penyelenggara turnamen boling ITB. Mereka berasal dari jurusan dan angkatan yang berbeda-beda. Anggota tertua angkatan 1976, sementara yang termuda 2005. Nyaris 3 dekade!
Tentu banyak perbedaan yang mewarnai kebersamaan ini. Jangan tanya interes, apalagi preferensi politik. Saat pilketum IA-ITB ada pendukung Pak Sumaryanto, ada pendukung Mas Amir Sambodo. Begitu pula periode berikutnya ada pendukung Bang Ridwan Djamaluddin maupun Mas Hiramsyah.
Di pilpres ada yang mendukung Jokowi, ada juga yang mendukung Prabowo. Di pilgub DKI, ada pendukung Ahok, ada juga pendukung Anies.
Terbayang kan keseruan pada saat mereka bertemu 😁 Sehingga, sesungguhnya, ada banyak alasan untuk bubar. Namun rasa persaudaraan yang sudah telanjur melekat membuat mereka enggan berpisah. Selalu mereka usahakan untuk berjumpa walau tidak rutin. Apalagi jika ada yang berulangtahun. Kan ada makan-makan 😋
Sayangnya, kebersamaan ini sedikit terganggu akibat pandemi Covid. Pertemuan menjadi semakin jarang. Kalaupun bertemu, disertai kehati-hatian sesuai protokol covid. Tidak lagi salaman apalagi cipika-cipiki 🥰 Selalu pakai masker dan hand sanitizer.
Kendati demikian, mereka percaya bahwa kesusahan ini akan berlalu. This will pass too. Sembari terus menjalani kehidupan di era baru dengan tak lupa bersyukur dibarengi cinta, kerja, dan doa.
Senantiasa ada asa hari yang cerah di balik pelangi.
BEHIND THE SCENE (tak harus dibaca 😊)
Membuat materi video ala mannequin challenge sih gak susah. Tinggal rekam dengan kamera HP, beres. Yang repot adalah membuat produk yang layak tayang. Artinya, harus ada kerja penyuntingan. Menyambung materi, menambah aksesori, memberi teks, memasang lagu latar, dsb.
Masalahnya, saya sangat awam dengan penyuntingan video alias tidak punya alat bantunya. Maka yang pertamakali saya lakukan adalah mencari aplikasi yang bisa dijalankan di HP (karena malas buka laptop). Sekitar 3 hari yang lalu, saya instal aplikasi ini. Dan kemarin saya jajal melakukan penyuntingan video dan foto selama kurang-lebih 6 jam.
Untuk latar, semula saya pilih lagu legendaris "Somewhere Over The Rainbow/What A Wonderful World" dari Israel "Iz" Kamakawiwo'ole. Lagu yang asyik dan optimis. Tetapi, mengingat situasi saat ini yang bisa dibilang sebagai hidup yang berat, maka saya ganti lagunya dengan "Hard Life" dari Queen yang lebih menggigit.
Ketika sore tiba, saya pun lega ketika video amatir ini pun selesai. Cerita sudah memadai, kompilasi video dan foto beres, lagu pun pas panjangnya. 4 menit. Fiuh!
Kemudian, iseng-iseng saya cek posting Téh Nenden untuk melihat tengggat waktu pengiriman video. Ndilalah, terbaca bahwa yang diminta adalah video dengan durasi 30" sampai 60". Jelas saja saya langsung panik.
Akhirnya terpaksa sunting ulang. Semua video saya pangkas durasinya. Bagian yang kurang penting langsung digunting. Bahkan kecepatan video pun saya naikkan, halmana jadi kurang suai dengan kelaziman dalam mannequin challenge. Beberapa foto terpaksa dibuang. Durasi tampilannya pun diperpendek. Yang cukup merepotkan adalah menyesuaikan gambar (foto, video, serta teks) agar tampil pas dengan kata-kata kunci dalam lagu.
Voila! Akhirnya, jadi juga video berdurasi 2 menit 34 detik (ini angka yang sengaja saya pilih supaya cantik.)
Masih kepanjangan? Biarin dah. Yang penting saya sudah menunaikan permintaan berpartisipasi dalam celeng kali ini. Iya, kan?
Ini dia hasilnya:
Mohon maaf jika lagu latar dihapus di beberapa lokasi pemirsa akibat kebijakan Youtube 🙏
Semoga berkenan.
Tetap sehat semua!
Teriring salam sehat dari para pemeran produksi ini:
- Affan Khencol Hidayat
- Agus Dwi
- Anita Niawati
- Arlan Septia
- Ghozali Mohamad
- Hasnur Ramadhan
- Herru J. Joewono
- Jspr Gntg
- Larasati Sedyaningsih
- Lina H-Panjaitan
- Luthfi Mhd
- Surono Mbah Rono
- Meita Mardiaty
- Moris Nuaimi
- Nelson Napitupulu
- Nurul 'uyuy' Akriliyati
- Tuti Komalawati Irfandi
- Wahyu Indra Sakti Saidi
- Yohanes Setiawan
- Yudhi Azfandiari
❤️ 🇮🇩 ☮
#MaskStatueChallenge #aigl4IndonesiaSehat
📌 Minggu, 27 September 2020 22:13 🌐