Untuk yang belum ikut polling pilih Logo baru Alumni ITB Garis Lucu,
Silakan klik link di comment postingan ini ya....
Saya sudah menentukan pilihan. Tidak mudah memang, karena semua usulan bagus bagus dan semua dibuat oleh teman teman sebangsa dan setanahair FSRD ITB...
Jadi yang dipilih tentunya adalah yang teeeeerbaik dari yang bagus bagus itu... walalupun agak setuju dengan pendapatnya Pujiastuti Sindhu, kenapa nggak kita pake semua aja kan bisa ganti gantian...
Tapi logo adalah identity.. sebaiknya satu, untuk menyatukan semua dalam satu semangat.
Saya memilih hasil karya Arifdani Nugraha, gajah montok, cerdas dan enerjik dengan warna mentereng dan tulisan segede gambreng. Kenapa ? Di bawah ini alasannya.
Sebagai seorang desainer yang sering menjadi konsultan visual di brand development, tentunya urusan merancang dan memilih dan menerapkan logo menjadi makanan saya sehari hari. Dan pilihan saya atas usulan Dantje itu karena :
DINAMIS & FLEKSIBEL
Bukan karena SangGajah sedang menari ballet... tapi logo ini akan sangat bisa tampil dalam berbagai gerak dan posisi.. yang bisa hadir dalam berbagai tata letak untuk beragam kebutuhan. Bayangkan lucunya dia kalo lagi kayang, lagi salto atau sekedar baringan berkhayal tentang Bxxxxx Bxxxx
Walaupun Dantje mengusulkan jingga kemerahan, dan banyak yang setuju untuk oranye aja deh sekalian, tapi gajah jenaka ini pastinya bisa tampil dalam berbagai warna tanpa kehilangan karakter aslinya.
(and I will order it in RAINBOW for sure!!)
(.....ssst bayangkan kalau
berwarna biru tua dengan tiga setrip di tangan seperti Txxx Rxxx)
Sebuah logo yang baik, salah satu syaratnya adalah bisa tetap beridentitas dalam kedaan berwarna maupun monokrom, dan karya Dantje ini memenuhi syarat tersebut.
BOLD / TEGAS-LUGAS
Keputusan membuat tulisan AIGL yang berupa handmade dengan ukuran besar, membuat title ini stand out dan speak loud tanpa mengganggu bentuk ikon gajah, malah memberi sebuah penekanan terhadap logo itu sendiri.
Bentuknya yang tebal dan ukuran besar, sederhana namun lugas, sangatlah readable. Nggak perlu memicingkan mata atau zoom in screen untuk melihat apa yang tertulis di sana. Jelas tapi dekoratif dan selaras dengan logo secara keseluruhan.
DETAIL
ITB tentunya identik dengan Gajah dan Ganesha. Dantje memilih untuk mengexplore Ganesha dan dia committed akan keputusannya, maka mengambil resiko untuk menerapkan sebagian besar detail yang ada pada Ganesha. Simbol simbol pada keempat tangannya, gading yang dipatahkan dan celah torehan pada telinga.;
Cukup lengkap untuk sepintas melihat bahwa gajah jenaka ini merepresentasikan Ganesha.
Jadi...
kesimpulannya, walaupun saya memang jatuh cinta pada pandangan
pertama untuk Gajah Jingga ini (hadeeehhhh namanya siapa dong baiknya ya)....
tapi saya bisa jelaskan alasannya.
Masih ada 2x24 jam untuk memilih atau mengalihkan pilihan agar kita bisa mempunyai logo baru untuk rumah kita bersama.
Bukan begitu, teman teman ?