📌 Minggu, 29 Maret 2020 🌐

AIGL Bernyanyi #1

Bernyanyi #1

— Indonesia Pusaka

Kisah Sang Dwiwarna
indonesiabuzz.com

Howdy!

Sebagai dampak dirumahkannya sebagian warga AIGL, jadi berlimpah pula tampaknya waktu manyunnya. Dan untuk membunuh kemanyunan, sebagian orang pergi menjarah dapur guna mempraktikkan pelajaran dari Institut Tata Boga. Hasil karya mereka pun dipajang penuh bangga di etalase AIGL sehingga bikin air liur menetes tak terkendali.

Sebagian lagi masuk studio rekaman atau membongkar arsip lama mencari video aksi mereka menyanyi maupun main alat musik. Serta-merta wabah bernyanyi dan bermusik melanda AIGL, mengalahkan horor COVID-19. Dahsyat edan ternyata potensi yang bertebaran di AIGL.

Melihat fenomena unik ini (sampai ada yang bertanya, AIGL itu sebenarnya Alumni ITB Garis Lucu atau Garis Lagu sih?), langsung terpikir bahwa AIGL sudah komplet personalnya untuk membangun sebuah full band. Bahkan bukan hanya satu, melainkan bisa dua atau tiga. Lengkap pula dengan barisan penggemar, penjoget, pendemo, bahkan keamanan dan tukang mengedarkan kencleng saweran.

Masalahnya, para personal ini terserak di mana-mana di seantero jagad. Bagaimana caranya latihan bareng? Jam meleknya aja beda. Kapan pula manggungnya? Lah, yang sekota saja kadang sulit mencocokkan jadual, apalagi beda kota beda benua. Agak mustahil keknya. Lemes deh 😓

Sekonyong-konyong terbersit ide, bagaimana kalau bikin kolaborasi musik secara daring? Mirip Smule tapi bukan. Eh, pas pula ada yang mengirim video orang-orang dari berbagai wilayah di Indonesia berkolaborasi menyanyikan lagu "Rumah Kita".

Ah, ini juga bisa dipraktikkan di AIGL!

Maka, sejak beberapa hari lalu saya kontak-kontak dengan Om Admin Dody M. Barus, Kak Mutiara Lusiana Purba, Kak Dani Diana, dan beberapa kawan lain guna menindaklanjuti ide pembuatan video musik "AIGL Bernyanyi".

Beberapa lagu yang dianggap suai dengan situasi kiwari pun dibedah. Akhirnya, setelah mempertimbangkan berbagai aspek, Indonesia Pusaka terpilih sebagai lagu perdana. Maksudnya, pada kesempatan berikutnya bisa saja memakai lagu lain. Dan siapa saja boleh kasih usul lagu.

+ Kenapa bukan "Rumah Kita" aja sih? Kan pas nih sedang pada dikarantina di rumah..
- Lagunya bagus. Liriknya bagus. Gak ada masalah kok dengan lagu tersebut. Kita hanya mau bikin variasi. Kondisi seperti sekarang kan bisa dilihat dan disikapi dari berbagai sudut pandang.
+ Kenapa gak bikin lagu baru aja yang pastinya pas banget dengan situasi sekarang?
- Wah, bagus banget kalau kita bisa melakukan itu. Apa ada yang bersedia? Atau punya stok lagu?

Semua opsi masih terbuka lebar. Ini kerja keroyokan kok. Siapa saja boleh ambil inisiatif. Nanti kita bisa lanjutkan bareng-bareng setelah langkah pertama kita tunaikan.

Indonesia Pusaka sudah dikenal dan bisa dinyanyikan hampir semua orang. Artinya, banyak yang bisa berpartisipasi. Cocok pula dengan hasrat membangun dan membudayakan semangat kebersamaan, kepedulian, gotong-royong di komunitas AIGL. Intinya, sebanyak mungkin orang terlibat dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Gak perlu repot apalagi kebakaran jenggot.

Terus, bagaimana caranya terlibat?

Hampir tengah malam kemarin saya berkirim pesan melalui WA dan FB Messenger pada Om Aatje Bambang Suryoatmono. Tadi pagi Om Aatje membalas WA saya, menyatakan sangat senang dan semangat berperanserta dalam inisiatif ini.

Tentu saja saya bahagia banget. Masih membayang dalam imajinasi saya tuts hitam-putih menggeliat lincah menggetarkan dawai piano saat Om Aatje mengiringi Ivy Viviani Suhar menyanyikan lagu "Ibu Pertiwi". Padahal, rekaman vokalnya yang duluan ada. Secara pakem, ini mah gak lazim. Makanya si Kabayan pun bertepuk-tangan kagum sambil berseru, "Not a play! Not a play! Bukan main!"

Pesan serupa saya layangkan pada Mas Arifianto Setropawiro via FB Messenger karena saya belum punya nomor WA-nya. Ternyata dicuekin euy sampai pagi. Om Dody bilang kemungkinan besar pesan saya terlewat karena belum berkawan dengannya di FB. Akhirnya saya colek di posting kerennya yang memainkan lagu "Love of My Life".

Eh, bener. Mas Arif langsung nyahut.

Seperti halnya Om Aatje, Mas Arif bilang mau banget cawe-cawe di kerjaan ini. Sayangnya Mas Arif sedang memingit diri di Bogor dan jauh dari piano. Tapi, saking gairah, Mas Arif bilang mau numpang rekaman di toko musik saja. Paling banter nanti kedengaran suara motor lewat, katanya. Natural sih natural, tapi nanti pendengar gagal fokus pula. Apalagi kalau yang lewat adalah geng motor. Noise-nya bisa lebih lama dibanding durasi lagunya. Belum lagi kalau tukang mie tektek unjuk gigi. Ambyar dah..

Tanpa harus dirayu ataupun dipaksa, Om Aatje dan Mas Arif menyatakan bersedia merekam permainan piano mereka pada lagu Indonesia Pusaka. Saya kasih catatan kaki [dengan tulisan yang sangat kecil pula] supaya dibuatkan aransemen yang tidak biasa-biasa saja. Terserah pada kedua pianis kita ini bagaimana menerjemahkan catatan kaki tersebut sebagai improvisasi dan kreativitasnya. Bebas.

Rekaman musik dasar yang kita sebut minus one ini akan dikirimkan kepada para sobat AIGL yang berkenan mengisi vokal menyanyikan lagu ini sambil merekam aksi serta ekspresinya dalam video. Dan sudah barang tentu para warga AIGL Diaspora alias mancanegara sangat dinantikan partisipasinya.

Setelah video terkumpul, tim penyunting akan mencuplik sebagian video dari masing-masing peserta, misalkan 1 baris syair. Begitu seterusnya, sehingga ketika seluruh cuplikan tadi digabungkan maka terbentuklah sebuah lagu utuh. Ibarat estafet bernyanyi, gitu.

Sampai sini ada pertanyaan? Silakan ngacung.

Ada banyak pemusik bagus di AIGL. Dalam bayangan saya, semua bisa berpartisipasi bahkan menginisiasi projek seperti ini, sehingga nantinya AIGL akan punya banyak koleksi. Kita mulai dari 2 materi ini dulu.

Kurang-lebih, demikian pengantar pertama mengenai projek "AIGL Bernyanyi" ini. Hal-hal teknis lainnya akan disampaikan segera setelah lagu dasarnya siap. Om Dody mohon memberikan arahan lanjutan ya..

Kepada para sobat AIGL, dimohon kesabaran sekaligus gelora antusiasmenya dalam kerja keroyokan kali ini. Demi mendukung kita semua tetap optimis walau kondisi saat ini sangat tidak nyaman. Juga membangkitkan optimisme bahwa Indonesia pasti bisa melalui cobaan ini. Tanah air kita tetap jaya. Tanah Pusaka kita bersama.

Permisi dulu. Jiayou!

Sebagai gambaran, lagunya seperti dalam video ini:

#AIGLbernyanyi #AIGLpeduli #Indonesia #lawanCorona ❤️ 🇮🇩

📌 Minggu, 29 Maret 2020 🌐 22:04