Selasa, 21 Februari 2023

Balada Fana Seorang [Bukan] Biduan

Balada Fana Seorang [Bukan] Biduan

Abstract Retro Music Poster Art
www.publicdomainpictures.net

Menyimak kisah sendu Bang Andrew Simbolon tentang dunianya yang fana [1], ingatan langsung menerawang ke cita-cita masa silam. Kalau Bang Andrew kepingin jadi penyanyi rock setelah kuliah, saya pernah kesengsem jadi pesohor tarik urat leher ketika masih bersekolah dengan celana pendek alias SMP.

Saat itu nama Ebiet G. Ade sangat fenomenal sebagai penyair yang bernyanyi. Walau suaranya disebut-sebut mirip Jose Feliciano, sang penyanyi kondang tunanetra, syair lagunya sungguh menggoda karena bersahaja namun puitis. Konon pula dia menggunakan puisi-puisi karya Presiden Malioboro, Umbu Landu Paranggi, yang berkiprah di kawasan Yogyakarta bersama para tokoh seperti Korie Layun Rampan, Emha Ainun Najib, Linus Suryadi AG.

Begitu pula ketika Guruh Soekarnoputra dan Eros Djarot menggetarkan blantika musik Indonesia dengan karya-karya monumental mereka yang mengusung kosa kata ajaib dalam lirik-liriknya, makin terbakar syahwat menulis lagu berbekal kamus bahasa kuno.

Sayang disayang, musikalitas saya tak sedahsyat hasrat. Bahkan suara pun amat jauh dari kategori merdu, halmana menyalahi kodrat sebagai orang Batak 😔 Mau daftar ikutan vocal group sekolah saja rasanya tak berani, apalagi paduan suara seperti Mak Lindes Dumaria Gultom. Boro-boro seperti Bang Toni P Sianipar yang bergabung di Elfa's Singers.

Walau ada beberapa lagu yang tercipta (atau sebagai penulis lirik karya kawan), dengan lapang dada saya kuburkan impian menjadi penyair yang bernyanyi. Babay 👋

Ndilalah saat kuliah saya sempat beberapa kali didapuk sebagai vokalis band. Itu pun saya yakini bukanlah karena suara keren atau aksi panggung memesona melainkan karena tak ada kawan lain yang bersedia menanggung malu di atas panggung.

Kendati demikian, kecintaan pada musik membuat saya tak ragu terlibat aktif bersama kawan-kawan menyelenggarakan Festival Musik Solidaritas sebagai ajang kompetisi band antar angkatan di Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM) ITB.

Begitu pula berbelas tahun setelah menjadi alumni, didaulat menyanyi karena para pemain band lebih sibuk berkutat dengan chord di instrumen masing-masing. Ini pun bukan di band delegasi angkatan yang bernama Musicology, melainkan sekte yang mengambil genre rock bernama Darkside of Musicology (DOM). Di Musicology sih saya hanya kebagian peran angkat-angkat alat musik atau jadi supporter Bonekology atau jadi badut jahil untuk klip video 😁

Ketika pandemi covid merajalela, saya kenal aplikasi bernama Smule. Mulailah saya punya media melampiaskan suara pas-pasan tanpa harus tersipu kena sorot spotlight Dan di sinilah saya tahu bahwa Bang Andrew suaranya memang keren dan effortless sehingga layak dibanggakan sebagai orang Batak.

Barangkali karena saya lebih senior sajalah maka Bang Andrew sulit berkeberatan ketika saya join di Smule menyanyikan lagu Dream Theater yang berjudul "The Spirit Carries On" dengan urat leher nyaris putus ðŸĪŠ

Demikianlah hikmah di dunia yang fana ini. Walau suara parah sehingga jauh dari layak sebagai biduan, ternyata lingkar pertemanan justru kian besar. Dan saya agak percaya bahwa nanti seusai kiprah di dunia fana ini spirit kita tetap bisa hadir melalui karya dan kenangan. Yekann, guyszz?

#aiglDuniaFanaCeleng

📌 Selasa, 21 Februari 2023 21:56 🌐

Tidak ada komentar:

Posting Komentar